Pesawat Bawa Anggota DPR Jatuh di Pegunungan Kolombia

Sebuah pesawat kecil milik maskapai negara Satena jatuh di wilayah pegunungan terpencil Departemen Norte de Santander, Kolombia timur laut pada Rabu (28/1/2026). Seluruh penumpang dalam pesawat dilaporkan meninggal dunia, termasuk seorang anggota DPR Kolombia.

Dilansir dari El Tempo, pesawat jenis Beechcraft 1900D dengan nomor registrasi HK-4709 lepas landas dari Bandara Cucuta pada pukul 11.42 waktu setempat dengan tujuan Ocana dan dijadwalkan mendarat sekitar pukul 12.05. Namun, kontak dengan pengawas lalu lintas udara hilang sekitar 12 menit setelah lepas landas, tepatnya pada pukul 11.54, saat pesawat dilaporkan bersiap memulai proses penurunan.

Puing-puing pesawat kemudian ditemukan di wilayah pedesaan Vereda Curasica, La Playa de Belen, dekat kawasan Catatumbo. Daerah tersebut dikenal memiliki medan berbukit dengan kondisi cuaca yang kerap berkabut tebal.

Baca Juga:   Pesawat Boeing 777 Copot Roda Setelah Lepas Landas di San Francisco

Tim penyelamat yang dikerahkan setelah menerima laporan dari warga setempat memastikan tidak ada korban selamat. Pihak Satena menyatakan telah mengaktifkan seluruh protokol darurat dan berkoordinasi dengan Angkatan Udara Kolombia serta Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia (Aerocivil).

Di antara korban tewas terdapat Diogenes Quintero Amaya, anggota DPR Kolombia dari Curul de Paz yang mewakili korban konflik bersenjata.

Korban lainnya meliputi Carlos Salcedo Salazar, kandidat kongres dari kursi perdamaian, Juan David Pacheco, mantan anggota dewan OcaƱa, serta sejumlah warga sipil. Total penumpang terdiri atas 13 penumpang dan dua awak pesawat.

Presiden Kolombia Gustavo Petro bersama Menteri Transportasi Maria Fernanda Rojas menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan memerintahkan dilakukannya investigasi menyeluruh atas kecelakaan tersebut.

Baca Juga:   Viral! Pesawat Cargo Tergelincir Ke Laut di Bandara Hong Kong

Aerocivil menyatakan telah mengaktifkan protokol standar investigasi kecelakaan udara. Tim penyelidik dijadwalkan tiba di lokasi kejadian pada Kamis pagi (29/1/2026) untuk memeriksa puing pesawat, kondisi medan, serta faktor-faktor lain yang berkaitan. Pesawat tersebut tercatat telah mengantongi lebih dari 32.000 jam terbang dan dinyatakan memenuhi standar pemeliharaan.

Tidak ada sinyal darurat atau Emergency Locator Transmitter (ELT) yang terdeteksi sebelum kecelakaan. Data ADS-B menunjukkan pesawat sempat mencapai ketinggian sekitar 12.900 kaki sebelum mulai menurun, dengan kontak terakhir tercatat pada ketinggian 7.900 kaki.

Hipotesis awal mengarah pada kemungkinan cuaca buruk di wilayah pegunungan Catatumbo sebagai penyebab kecelakaan, namun pihak berwenang menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi resmi. Spekulasi terkait dugaan serangan kelompok bersenjata, termasuk ELN, belum didukung bukti dan belum dikonfirmasi otoritas terkait.

Baca Juga:   ESOK PRESIDEN BERIKAN NAMA PESAWAT N219

Saat ini proses evakuasi jenazah masih berlangsung oleh tim Medicina Legal bersama otoritas setempat. Pemerintah Kolombia juga menegaskan kembali pentingnya peningkatan keselamatan penerbangan, khususnya pada rute-rute terpencil yang dilayani maskapai Satena. Investigasi lanjutan diperkirakan akan berfokus pada faktor cuaca, kondisi teknis pesawat, serta kemungkinan kesalahan manusia.

 

 

sumber: beritakini.co

Loading

About the Author

admin