Aksi Lansia Tutup Jalan, Istilah Selat Hormuz Sidokare Viral

Istilah “Selat Hormuz Sidokare” mendadak ramai diperbincangkan di media sosial setelah aksi seorang pria lanjut usia yang menutup sebagian jalan di Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo, Jawa Timur.

Penutupan akses tersebut pun langsung viral hingga muncul sebagai nama lokasi di Google Maps.

Berdasarkan pantauan di Google Maps, lokasi dengan nama “Selat Hormuz Sidokare” ditambahkan oleh seseorang yang diduga warga setempat, dengan alamat GPP3+WWW, Praban, Sidokare, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Tempat tersebut bahkan sudah memiliki sejumlah ulasan dengan rata-rata rating 2,1. Komentar yang diberikan, baik dari pemandu lokal maupun pengguna biasa, didominasi nada candaan.

Salah satu ulasan awal muncul pada Minggu (4/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB dari akun Google bernama Yubiantara yang menulis dalam bahasa Jawa, “Njauk tulung gruduk en ae (minta tolong digeruduk saja).”

Baca Juga:   Timnas Putri Indonesia Vs Arab Saudi : Garuda Pertiwi Menang 1-0

Sebagai informasi, penutupan jalan tersebut dilakukan secara sepihak oleh salah satu warga di Perumahan Sidokare Asri.

Akibatnya, warga lain harus memutar arah ketika hendak melintas di jalan tersebut.

Dalam beberapa rekaman CCTV yang beredar, terlihat pengendara harus memundurkan mobil karena sebagian jalan ditutup menggunakan benda seperti papan. Bahkan, ada yang mengalami goresan pada kendaraan saat mencoba melintas.

Video itu salah satunya diunggah akun TikTok @Brilliant_Prayoga. Tampak dalam video itu seorang pria lanjut usia (lansia) yang menutup jalan secara sepihak. Ia diduga mengakui jalan tersebut milik pribadi.

Dalam video tersebut, pria itu tampak menggunakan berbagai cara untuk menutup jalan, mulai dari jemuran, plang besi, hingga berjaga sendiri sambil membawa tongkat.

Baca Juga:   Rumah Eko Patrio di Dijarah Massa

Keterangan dalam video itu, “Penjagaan Selat Hormuz ✖ Jalan Akses Perum ✔,”

Ketua RT 53 RW 16 Perumahan Sidokare Asri, Abdul Rofik, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut insiden itu terjadi secara spontan saat ada warga yang hendak melintas.

“Saya selaku Ketua RT 53 membenarkan memang kejadian tersebut yang lagi viral. Kejadian itu spontan, jadi salah satu warga yang hendak keluar melewati portal tersebut mengalami kejadian itu lalu merekam,” jelas Rofik.

Menurutnya, aksi penutupan jalan tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut warga yang bersangkutan kerap menutup akses jalan sehingga mengganggu pengguna lain.

“Memang kejadian seperti itu sudah sering. Tapi waktu itu kondisinya terlalu penuh, jadi tidak bisa lewat, akhirnya terjadi percekcokan,” tambahnya.

Baca Juga:   Banjir Rob Hantam Tanjabtim Jambi, Satu Rumah Hanyut

Rofik juga menyampaikan bahwa pihak lingkungan bersama warga telah melakukan mediasi. Ia memastikan permasalahan tersebut sudah ditangani dan diharapkan tidak terulang.

“Tadi malam sudah ada mediasi dengan lingkungan. Insya Allah sudah selesai dan Senin (hari ini) direncanakan clear,” pungkasnya.

Loading

About the Author

admin