Seorang remaja berusia 15 tahun di Kabupaten Bekasi sempat membuat geger warga setelah nekat kabur karena menolak menjalani sunat. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin pagi, 5 Januari 2026, di Kampung Pekopen, Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Jawa Barat.
Remaja bernama Farid itu berulang kali menghindari proses sunat lantaran rasa takut yang berlebihan. Penolakan tersebut membuat pihak keluarga kewalahan.
Berbagai upaya bujukan telah dilakukan keluarga, namun tidak membuahkan hasil. Karena kebingungan, mereka akhirnya meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Komandan Regu Damkar Kabupaten Bekasi, Hoiru Syahrial, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. Ia menjelaskan, salah satu anggota keluarga Farid diketahui bekerja di lingkungan pemadam kebakaran sehingga langsung menghubungi pos terdekat untuk meminta pertolongan.
Menurut Hoiru, sejak awal Farid bersikeras menolak disunat. Pendekatan secara persuasif tidak berhasil, sehingga situasi semakin sulit dikendalikan.
Petugas damkar kemudian mendatangi lokasi dan mendapati Farid bersembunyi di rumah neneknya untuk menghindari proses sunat.
Saat petugas tiba, kondisi belum kondusif. Dari video yang beredar, suasana tampak tegang. Beberapa petugas terlihat mengejar Farid yang terus berusaha menghindar sambil menangis histeris.
Proses pendekatan berlangsung cukup lama dan penuh emosi. Farid bahkan sempat mengunci diri di dalam rumah neneknya. Keluarga akhirnya mengizinkan petugas mendobrak pintu agar remaja tersebut bisa diajak berkomunikasi.
“Kemarin si bocah ngumpet di rumah neneknya. Kata keluarganya bilang ‘dobrak aja’, ya akhirnya kita dobrak. Ya prosesnya dramatis sih karena si anak juga ngamuk menolak disunat,” ujar Hoiru.
Setelah hampir satu jam didampingi oleh keluarga dan petugas, Farid sempat dipaksa masuk ke dalam mobil damkar. Perlahan situasi mulai mereda hingga akhirnya ia bersedia dibawa menggunakan armada Disdamkarmat Kabupaten Bekasi menuju lokasi sunat.
“Sesudah dipaksa masuk mobil, terus dibilang keluarganya, sekalian dibawa ke mantri sunat aja. Ortunya sempat minta mamang-nya juga yang TNI dan polisi dulu, si anak nggak mau,” lanjut Hoiru.
Farid kemudian dibawa ke mantri sunat di Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Usai menjalani proses sunat pada sore hari, petugas damkar kembali mengantar Farid pulang ke rumah.
Hoiru menyebutkan bahwa biaya sunat telah disiapkan oleh pihak keluarga. Bahkan, mantri sunat memberikan potongan biaya setelah mengetahui kondisi serta proses panjang yang telah dilalui.
“Untuk pembiayaan, si keluarga sudah menyediakan. Alhamdulillah kita dapat korting. Karena saya bilang ke mantrinya ‘minta tolong, Pak, dibawa ke sini aja udah alhamdulillah’, akhirnya dikasih kortingan untuk biayanya,” pungkasnya.
![]()
