Media sosial tengah diramaikan oleh beredarnya video yang menampilkan puluhan ribu sepeda motor listrik tersimpan di sebuah gudang besar.
Dalam narasinya, kendaraan tersebut disebut-sebut akan digunakan sebagai armada operasional bagi petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jawa Barat.
Tampilan video memperlihatkan deretan motor bergaya trail yang tertata rapi dan masih terbungkus plastik. Hal yang mencuri perhatian adalah adanya logo Badan Gizi Nasional (BGN) pada bodi motor, serta tulisan “EMMO” di bagian sayap tangki.
Perekam video mengklaim jumlah motor mencapai sekitar 70.000 unit yang disiapkan khusus untuk distribusi di Jawa Barat.
“Ready buat Provinsi Jawa Barat doang. Belum semua ini. Hari ini finishing untuk Provinsi Jawa Barat. Kalau hoax jangan bilang ini video AI (kecerdasan buatan). Tuh motornya (mirip) CRF,” ujar perekam dalam video tersebut.
Untuk membuktikan bahwa kendaraan itu merupakan motor listrik, perekam juga memperlihatkan bagian pengisian daya pada tangki.
Dari penelusuran visual, motor tersebut diduga merupakan tipe Emmo JVX GT, yang memiliki desain adventure menyerupai motor trail seperti Honda CRF.
Mengacu pada situs resmi produsennya, Emmo JVX GT memiliki spesifikasi cukup tinggi. Motor ini dibekali tenaga hingga 7.000 watt, menggunakan baterai 72V 31Ah dengan sistem dual battery yang dapat dilepas, serta mampu menempuh jarak hingga 70 km. Fitur pengisian cepat juga tersedia, dengan kemampuan mengisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar satu jam.
Yang menjadi sorotan lainnya adalah harga motor tersebut. Berdasarkan informasi di situs resminya, Emmo JVX GT dibanderol sekitar Rp56,8 juta per unit.
Harga tersebut dinilai cukup tinggi untuk kategori motor listrik operasional. Bahkan, dengan kisaran dana tersebut, masyarakat bisa membeli mobil bekas keluaran tahun 2000-an hingga 2015, seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Nissan Grand Livina, atau Datsun Go Panca.
Meski video tersebut telah viral dan ditonton jutaan kali, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengaku belum menerima informasi resmi terkait hal tersebut.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran atas kebenaran informasi tersebut.
“Belum ada konfirmasi, harus kita cek kebenarannya. Kami belum mendapatkan informasi resmi dari pemerintah pusat atau Badan Gizi Nasional mengenai rencana distribusi motor listrik ini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Bandung, Ramzi, yang mengaku belum mendapatkan arahan terkait pengadaan armada tersebut.
Dengan demikian, keberadaan sekitar 70 ribu unit motor listrik tersebut masih menunggu klarifikasi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pihak yang berwenang.
![]()
