Tips Beralih dari Pekerja Kantoran Menjadi Wirausaha

Menjadi pekerja merupakan cara umum yang dilakukan masyarakat demi menghasilkan uang. Baik pekerja di perusahaan swasta maupun menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Sayangnya, kondisi ekonomi yang semakin menantang ini membuat banyak pekerja mulai merambah ke dunia wirausaha demi penghasilan yang lebih banyak. Di sisi lain, dunia wirausaha juga kian dilirik karena dinilai lebih menguntungkan dan bebas mengatur waktu.

Ternyata menjadi wirausaha tak semudah yang dibayangkan. Perlu berbagai persiapan agar tak menyesal kemudian. Berikut tips dari perencana keuangan yang perlu disimak sebelum mengubah status dari pekerja menjadi wirausaha:

1. Jangan langsung resign

Perencana Keuangan Senior Andi Nugroho mengatakan untuk mengubah status dari pekerja menjadi wirausaha harus dipertimbangkan dengan baik. Tidak boleh gegabah langsung resign apalagi modalnya terbatas.

Menurut Andi, menjadi wirausaha tidak lah mudah dan penuh tantangan. Sebab, belum tentu bisnis yang dijalankan diminati banyak orang dan langsung sukses.

Karenanya, Andi menyarankan untuk tahap awal antara bekerja dan berbisnis bisa dilakukan bersamaan. Sehingga, saat bisnis tak berjalan lancar, masih memiliki pemasukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Nah kalau menurut saya mending jalan berdampingan saja dulu apalagi modalnya terbatas. Biar berjalan dulu bisnisnya tadi. Ketika bisnis belum benar-benar settle dan berjalan dan kadang masih rugi-rugi, kita masih dapat income atau topangan dari gaji selama kita masih jadi karyawan,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Baca Juga:   Mahasiswa Ingin Wirausaha Sambil Kuliah? Simak Tips Alumni IPB

2. Cari tahu peluang bisnis

Andi mengatakan sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu sebelum memulai bisnis. Misalnya, mencari tahu apa sih kebutuhan yang banyak dicari atau digemari oleh masyarakat.

Dengan demikian, maka saat menjalankan bisnis tidak hanya asal-asalan demi mengubah status saja. Jadi memang berbisnis yang dibutuhkan banyak orang.

“Paling gampang cari usaha atau bisnis yang memang kita sukai ataupun yang dijual nanti. Syukur-syukur kalau sesuai dengan minat dan hobi kita itu bagus. Kenapa? karena dengan kita menyukai aktivitas tersebut, maka seandainya bisnis belum lancar kita tetap tegar menjalaninya karena suka,” imbuh Andi.

3. Buat perencanaan bisnis

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Dandy mengatakan untuk menjadi wirausaha selain melakukan riset pasar, yang tak boleh terlupakan adalah membuat plan bisnis.

Jika sejak awal sudah dilakukan riset dan disiapkan plan bisnisnya, maka saat usaha dilakukan dan berjalan dengan baik, pekerja bisa seutuhnya mengubah statusnya dengan berhenti jadi pekerja.

Baca Juga:   Inilah 15 Negara-Negara Paling Siap Untuk Hadapi Perang Dunia ke III

“Awal bisa mulai dari bisnis plan dan riset pasar agar bisnis lebih terarah. Buat timetable dan timeline yang ingin dicapai untuk memastikan on track dengan target,” kata Dandy.

Dandy mengingatkan saat memutuskan untuk resign dan mengubah status jadi wirausaha jangan lupa untuk memperhatikan cash flow. Setidaknya, siapkan dana darurat sebesar 3-6 bulan biaya hidup sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja.

“Menjadi wirausaha berbeda dengan sewaktu menjadi karyawan karena tidak ada gaji ketika menjadi wirausaha, dan hanya menggunakan profit untuk kebutuhan pribadi dan ekspansi bisnis. Perlu siap beradaptasi dengan lingkungan bisnis,” jelasnya.

4. Petakan jenis usaha yang cocok dilakukan

Menurut Dandy, di tengah perkembangan teknologi saat ini, bisnis online menjadi alternatif paling memungkinkan dilakukan. Selain bisa dijalankan sambil bekerja, modalnya pun tak perlu besar karena tanpa biaya sewa toko dan bayar gaji karyawan.

“Sebagai referensi bisa mempertimbangkan bisnis FnB, online shop, atau penyedia jasa,” pungkasnya.

5. Siapkan modal

Setelah melakukan riset pasar dan membuat bisnis plan serta mengetahui usaha yang cocok, terakhir perlu disiapkan adalah modal. Untuk ini ada banyak cara untuk memenuhinya.

Baca Juga:   Kisah Viral Anak yang Menjadi Imam Sholat Jenazah untuk Orang Tua dan Empat Adiknya

Andi dan Dandy sama-sama memberikan beberapa opsi untuk memenuhi modal berusaha. Pertama bisa dari modal sendiri seperti tabungan ataupun menjual aset yang tak begitu diperlukan.

Bila dari kantong sendiri tidak cukup, maka bisa pinjam ke keluarga atau teman. “Kalau dengan teman bisa diajak sebagai partner atau investor,” kata Dandy.

Namun, jika tidak ada, maka bisa melakukan pinjaman ke perbankan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tapi perlu diketahui pinjaman ke bank membutuhkan jaminan.

Sementara, jika semua opsi tersebut tak bisa dilakukan, maka Andi mengatakan bisa meminjam melalui kartu kredit atau pinjaman online (pinjol).

“Tapi pinjaman tunai dari kartu kredit dan pinjol ini jadi alternatif kesekian aja ya karena ingat bunganya cukup tinggi. Kalau pinjaman dengan bunga tinggi, maka keuntungan atau margin yang diterima harus besar. Karena kan harus bayar bunga utang dulu, lalu utang dan laba untuk diminati. Jadi kalau bisa kartu kredit dan pinjol jadi alternatif terakhir,” pungkas Andi.

Loading

Berikan Komentar Anda