Akses Jalan Painan-Padang Lumpuh Total Akibat Jembatan Putus Diterjang Banjir

Hujan deras yang terjadi Kamis (7/3) sejak pukul 15.00 WIB di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) tidak saja membuat Kampung Koto Rawang di Kecamatan IV Jurai terisolasi akibat jembatan gantung yang menghubungkan kampung itu putus, tapi juga membuat akses Painan-Padang lumpuh total akibat banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Doni Gusrizal, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Defrisiswardi, ketika dihubungi Kamis malam menyampaikan bahwa dua peristiwa itu terjadi karena cukup derasnya hujan mengguyur daerah itu sejak sere hingga malam.

“Selain putusnya jembatan gantung sepanjang 30 meter di Kampung Koto Rawang, setidaknya juga ada puluhan rumah yang terendam banjir. Hingga saat ini akses untuk menuju kampung itu belum bisa dilakukan. Sebab selain aliran sungai nya deras, hujan juga masih belum mereda dan masih lebat,” katanya.

Baca Juga:   2 Negara Lolos ke Babak 16 Besar Euro 2024

Dijelaskannya bahwa jembatan gantung yang putus itu juga terlihat hanyut terseret air. “Kepada masyarakat yang tinggal di seberang sungai atau di Kampung Koto Rawang juga kita minta waspada, serta segera melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih tinggi, dan dinilai juga aman dari ancaman longsor,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa banjir yang diakibatkan oleh hujan deras tersebut juga menutup akses jalan di Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan.

“Akibatnya akses jalan Padang-Painan tidak bisa dilewati hingga saat ini (berita dikirim red),” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa beberapa titik banjir yang terjadi di daerah itu di antaranpesya di Kecamatan IV Jurai, banjir merendam puluhan rumah warga, termasuk 1unit jembatan gantung ysng putus dan hanyut dibawa arus banjir tersebut.

Baca Juga:   Viral Pemotor di Sragen Terobos Jalan yang Lagi Dicor, Dikejar Pekerja Proyek

Kemudian di Kecamatan Batang Kapas, di Nagari Tuik IV Koto Mudiek, diperkirakan pula lebih dari 100 unit rumah warga terendam banjir. Selanjutnya Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek dan Nagari IV Koto Mudiek terdapat pula 70 unit rumah terendam banjir.

“Selanjutnya di Nagari Koto Mudiek Lubuk Nyiur, perkiraan lebih dari 40 rumah warga terendam banjir. Dan di Nagari IV Koto ilie, diperkirakan pula sebanyak 65 unit rumah juga terendam banjir,” jelasnya.

Sedangkan di Kecamatan Koto XI Tarusan, tepatnya di Nagari Duku, puluhan rumah warga juga terendam banjir.

“Bahkan banjir di nagari itu membuat akses jalan Padang-Painan belum juga bisa dilewati. Kondisi saat ini, air masih terus meluap akibat hujan belum juga mereda. Selain itu juga belum ada laporan warga yang meninggal akibat kejadian ini. Terkait berapa kerugian, kita melalui petugas juga masih melakukan pendataan di lapangan, di samping juga penanganannya,” tutupnya. (yon)

Loading

Berikan Komentar Anda