Peristiwa pembacokan yang menimpa seorang siswa di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, menjadi sorotan setelah videonya tersebar luas di media sosial.
Korban diserang ketika sedang dalam perjalanan menuju sekolah dan mengalami luka cukup parah sehingga harus mendapatkan tujuh jahitan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan. Dalam waktu singkat, dua orang yang diduga sebagai pelaku berhasil diamankan. Keduanya diketahui masih berstatus pelajar.
Kapolsek Palmerah, AKP Parman BM Nainggolan, menjelaskan bahwa insiden itu terjadi pada Selasa pagi, 9 Juni 2026, di kawasan Gang T, Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat.
“Benar, peristiwa tersebut terjadi pada hari Selasa. Ini bukan kasus tawuran, melainkan aksi pembacokan terhadap seorang pelajar yang sedang berangkat ke sekolah,” ujar Parman pada Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan penyelidikan awal, korban saat itu mengendarai sepeda motor seorang diri ketika melintas di lokasi kejadian.
Di saat yang sama, pelaku datang dari arah berlawanan dengan mengendarai sepeda motor bersama seorang rekannya.
Ketika kedua kendaraan berpapasan, salah satu pelaku secara tiba-tiba mengayunkan celurit ke arah korban. Serangan pertama membuat korban kehilangan keseimbangan hingga menghentikan motornya.
Tak berhenti di situ, pelaku turun dari kendaraan dan kembali melakukan dua kali serangan terhadap korban. Meski terluka, korban berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan sepeda motornya dari tempat kejadian.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan pelaku mengenakan seragam sekolah serta topi saat menjalankan aksinya.
Setelah sempat mengejar korban, pelaku akhirnya meninggalkan lokasi bersama rekannya.
Polisi kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dan melihat rekaman yang viral di media sosial. Dari hasil penyelidikan tersebut, dua orang terduga pelaku berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat ini dua orang telah kami amankan,” kata Parman.
Akibat serangan itu, korban mengalami luka bacok dan harus menjalani perawatan medis. Tim dokter memberikan tujuh jahitan untuk menutup luka yang dideritanya.
Sampai sekarang, penyidik masih mendalami motif di balik aksi pembacokan tersebut, termasuk hubungan antara korban dan para pelaku.
Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga terus mengumpulkan berbagai barang bukti guna mengungkap secara lengkap kronologi kejadian.
Kasus ini kembali menjadi perhatian karena menambah daftar tindak kekerasan yang melibatkan kalangan pelajar di Jakarta.
Oleh sebab itu, kepolisian mengajak orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas remaja agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Apabila terbukti melakukan tindak pidana, para pelaku dapat dikenakan pasal terkait penganiayaan berat serta kepemilikan senjata tajam sesuai peraturan hukum yang berlaku.
![]()
