Viral RM Pagi Sore Diboikot WN Malaysia usai Tudingan Tak Bayar Makan Rp907 Ribu

Rumah makan Pagi Sore cabang Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara menjadi sorotan setelah ramai diboikot netizen Malaysia di media sosial.

Boikot tersebut muncul setelah viral tudingan bahwa rombongan wisatawan asal Malaysia makan di restoran tersebut tanpa melakukan pembayaran.

Tuduhan itu pertama kali diungkap oleh akun Threads milik turis Malaysia bernama Norain Yunus.

Dalam unggahannya, Norain menjelaskan bahwa sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung, rombongannya memilih makan di RM Pagi Sore karena restoran tersebut dikenal sebagai salah satu tempat favorit wisatawan Malaysia saat berada di Jakarta.

Menurut pengakuannya, mereka memesan sembilan jenis lauk dan telah membayar tagihan sebesar Rp907.500 menggunakan kartu pembayaran pada hari yang sama.

Baca Juga:   VIRAL Pengemis Sehari Dapat Rp 1,5 Juta, Punya Mobil Proton & Bekerja Sebagai Supervisor

Namun tiga hari kemudian, tepatnya Sabtu 16 Mei 2026, sopir dari agen perjalanan yang membawa rombongan menghubunginya dan meminta bukti pembayaran.

Setelah ditelusuri, pihak rumah makan disebut menuduh rombongan tersebut meninggalkan restoran tanpa melunasi tagihan dan kabar itu kemudian menyebar di media sosial.

Norain bersama rombongannya lalu menunjukkan struk pembayaran sebagai bukti bahwa tagihan telah dibayar.

Usai bukti pembayaran diperlihatkan, pihak Pagi Sore cabang PIK akhirnya memberikan klarifikasi.

Dalam video permintaan maaf yang dikirim kepada agen perjalanan, pihak restoran menyebut insiden tersebut terjadi akibat miskomunikasi.

Meski klarifikasi telah disampaikan, kasus tersebut tetap memicu reaksi luas di media sosial Malaysia.

Kejadian ini juga membuat publik penasaran mengenai sosok pemilik rumah makan Padang Pagi Sore.

Diketahui, restoran Padang Pagi Sore didirikan oleh dua sahabat asal Bukittinggi, yakni H. Lismar dan H. Sabirin.

Rumah makan khas Minang tersebut berdiri sejak tahun 1973 dan dikenal menyajikan berbagai hidangan autentik khas Padang.

Dalam perkembangannya, bisnis tersebut kemudian terbagi menjadi dua manajemen berbeda akibat adanya perbedaan visi pengelolaan.

RM Pagi Sore dengan logo hijau diketahui dimiliki dan dikelola keluarga H. Lismar.

Sementara Pagi Sore dengan logo merah berada di bawah pengelolaan keluarga H. Sabirin.

Walaupun dikelola secara terpisah, kedua pihak tetap mempertahankan cita rasa dan resep khas masakan Pagi Sore.

Loading

About the Author

admin