Zebra cross di Jalan Dr. Soepomo, kawasan Tebet, Jakarta Selatan mendadak viral setelah digambar ulang oleh warga dengan warna-warni dan ilustrasi unik menyerupai karakter gim Pac-Man.
Namun, di balik tampilannya yang menarik perhatian, marka penyeberangan tersebut rencananya akan dikembalikan ke bentuk standar oleh pemerintah.
Fenomena zebra cross kreatif ini menunjukkan meningkatnya kepedulian warga terhadap keselamatan pejalan kaki, sekaligus memunculkan dilema antara kreativitas di ruang publik dan aturan keselamatan lalu lintas yang harus dipatuhi.
Pantauan Wartakotalive.com di lokasi Selasa (32/3) pukul 10.00 WIB menunjukkan garis-garis putih zebra cross tersebut kini dihiasi berbagai gambar, salah satunya karakter yang mengingatkan pada gim klasik Pac-Man.
Tampilan ini kontras dengan zebra cross di seberangnya yang tetap mengikuti standar resmi dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Kreasi zebra cross ini muncul karena kondisi marka sebelumnya telah memudar dan tidak utuh, sehingga dinilai membahayakan pejalan kaki.
Letaknya yang berada tepat di depan GPIB Bukit Moria membuat zebra cross ini cukup sering digunakan pejalan kaki.
Sejumlah warga tampak tetap memanfaatkannya untuk menyeberang, meski tampilannya tidak seperti biasanya.
Lestari (28), salah satu pekerja di sekitar lokasi, mengaku kondisi zebra cross sebelumnya memang sudah lama tidak utuh.
Menurutnya, hal tersebut membuat aktivitas menyeberang menjadi kurang nyaman.
“Iya, sebelumnya cuma sebagian saja dan sudah lama hilangnya. Jadi kalau menyeberang juga harus lebih hati-hati,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku terhibur dengan tampilan baru zebra cross tersebut.
Apalagi setelah mengetahui proses pembuatannya dilakukan secara mandiri oleh warga.
“Pas lihat videonya viral, ternyata ini sering aku lewatin. Unik sih, jadi beda. Kayak di beberapa negara juga ada yang kreatif begitu,” katanya.
Di sisi lain, Dinas Bina Marga DKI Jakarta berencana mengembalikan zebra cross tersebut ke bentuk standar.
Langkah ini diambil karena marka jalan memiliki aturan teknis tersendiri demi menjaga keselamatan dan keteraturan lalu lintas.
Permohonan Maaf Dinas Bina Marga
Sebelumnya diberitakan, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait kondisi zebra cross yang tidak utuh di kawasan Jalan Soepomo, Jakarta Selatan.
Keberadaan marka jalan yang hanya terlihat sebagian tersebut sempat menjadi sorotan publik.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, menjelaskan bahwa pihaknya mengapresiasi kepedulian masyarakat yang berinisiatif melakukan pengecatan jalan untuk difungsikan sebagai zebra cross di lokasi tersebut.
“Perlu kami sampaikan bahwa pembuatan marka jalan, termasuk zebra cross, harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta standar teknis yang berlaku. Hal ini penting untuk memastikan aspek keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor, serta mencegah potensi distraksi yang dapat mengganggu konsentrasi berkendara,” ucap perempuan yang karib disapa Wenny saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, belum tersedianya zebra cross di lokasi itu disebabkan oleh kegiatan pemeliharaan berkala jalan dan pembangunan atau peningkatan trotoar yang dilakukan pada akhir tahun 2025.
Proses tersebut membuat marka zebra cross sebelumnya tertutup oleh lapisan aspal baru.
Wenny juga menjelaskan bahwa pemasangan ulang marka jalan tidak dapat dilakukan secara langsung setelah pengaspalan.
Material thermoplastic yang digunakan membutuhkan kondisi permukaan jalan yang telah kering secara optimal agar dapat melekat dengan baik dan memiliki daya tahan maksimal.
Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Bina Marga telah menetapkan lokasi tersebut sebagai prioritas dalam rencana pemeliharaan marka jalan tahun 2026.
Pemasangan ulang zebra cross dijadwalkan akan segera dilakukan menggunakan material sesuai standar teknis.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta pun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan demi mendukung keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban bagi seluruh pengguna jalan di Ibu Kota.
Meski menuai perhatian publik, pemerintah tetap memprioritaskan aspek keselamatan dan keteraturan lalu lintas dalam penataan kembali fasilitas penyeberangan di kawasan tersebut.
Sumber: wartakota.tribunnews.com
![]()
