Viral Warga Pamekasan Dulang Emas di Selokan

Dalam beberapa hari terakhir, warga Kelurahan Parteker, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, ramai melakukan aktivitas tak biasa dengan menyusuri selokan di depan rumah untuk mencari serpihan emas. Fenomena ini pun menarik perhatian masyarakat sekitar.

Serpihan emas tersebut ditemukan warga sejak sekitar tiga hari terakhir dengan ukuran yang beragam, mulai dari butiran yang sangat halus hingga potongan kecil dengan berat sekitar 1 hingga 3 miligram.

Untuk mengumpulkan emas, warga menggunakan dulang dan menyaring pasir yang berada di dasar selokan. Proses pencarian dilakukan secara manual dan memerlukan ketelatenan serta ketelitian tinggi.

Seorang warga setempat bernama Firman menyebutkan bahwa serpihan emas yang ditemukan umumnya sangat kecil dan sekilas tampak seperti pasir biasa.

Baca Juga:   Si Kocong Bocah Bule yang Viral di Bali Dideportasi, Ini Alasannya

“Beberapa hari terakhir warga mencari di selokan sisi selatan rumah, dan memang ada yang berhasil menemukan serpihan emas dengan ukuran bermacam-macam,” ujar Firman.

Ia menduga emas tersebut berasal dari sisa aktivitas peleburan emas yang pernah dilakukan oleh pengusaha emas di kawasan tersebut pada masa lampau.

“Dulu di lokasi itu ada juragan emas. Kemungkinan sisa-sisa emas ikut terbuang setelah proses peleburan emas murni,” jelasnya.

Selain butiran emas, sejumlah warga juga menemukan potongan perhiasan seperti anting dan kalung emas. Nilai hasil temuan pun bervariasi. “Informasinya, ada yang memperoleh hasil senilai Rp1 juta hingga Rp3 juta,” kata Firman.

Warga lain bernama Rian mengungkapkan bahwa mencari serpihan emas membutuhkan kesabaran ekstra karena ukurannya yang sangat kecil.

“Alhamdulillah, dari serpihan yang saya temukan cukup membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Meski begitu, Firman menegaskan bahwa hasil pencarian tidak bisa dipastikan setiap hari. “Tidak selalu dapat,” ujarnya singkat.

Aktivitas berburu serpihan emas ini biasanya dilakukan pada malam hari, mulai sekitar pukul 20.00 WIB hingga menjelang tengah malam, menyesuaikan kondisi cuaca.

“Kalau siang terlalu panas, sementara saat hujan deras airnya terlalu kencang,” pungkasnya.

Loading

About the Author

admin