Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang pria mencelupkan tubuh peserta ke dalam kolam pemandian mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.
Video tersebut menarik perhatian publik karena dikaitkan dengan sebuah ritual mandi yang diyakini dapat membawa rezeki berlimpah serta memudahkan urusan jodoh.
Dalam narasi yang beredar, ritual itu dilakukan dengan cara merendam tubuh ke dalam kolam berisi air yang dicampur bunga-bunga, sambil diiringi bacaan doa tertentu.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa lokasi perekaman video berada di kawasan Pantai Karang Hawu, Pelabuhan Ratu, serta Gunung Winarum yang terletak di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Gunung Winarum sendiri dikenal sebagai bukit yang dianggap sakral dan kerap dijadikan lokasi ziarah religi.
Tempat ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat serta lekat dengan berbagai kisah mistis yang berkembang di tengah masyarakat.
Gunung Winarum sering dikaitkan dengan petilasan bersejarah yang dipercaya pernah disinggahi Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Selain itu, lokasi tersebut juga dikenal melalui cerita-cerita spiritual yang mengaitkannya dengan sosok Nyi Roro Kidul.
Di kawasan itu terdapat makam para leluhur serta ulama penyebar agama Islam.
Keindahan panorama laut lepas membuat kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan, meskipun nuansa mistis masih sangat terasa.
Video ritual mandi tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram kang_jimam13 pada Selasa (20/1/2026).
Kemudian, video itu kembali dibagikan oleh akun Instagram fakta.indo pada Rabu (21/1/2026) hingga akhirnya viral dan menuai beragam tanggapan dari warganet.
Dalam tayangan video, terlihat seorang pria berkopyah hitam mencelupkan tubuh pria lain yang tidak mengenakan pakaian ke dalam kolam berisi air dan bunga.
Pria yang memimpin prosesi ritual mandi tersebut diketahui bernama Kang Jimam.
Ia disebut menetap di Padepokan Lembah Dzikir yang berada di Kampung Salahuni, Desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kang Jimam mengaku dirinya hanyalah seorang santri.
Ia menepis anggapan bahwa ritual mandi tersebut merupakan praktik penipuan atau ajaran menyimpang yang menjanjikan kekayaan maupun jodoh.
Menurutnya, ritual tersebut merupakan titipan ajaran yang ia terima dari gurunya.
![]()
