Warga Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, dikejutkan oleh munculnya fenomena tidak lazim setelah banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.
Fenomena yang dianggap aneh tersebut berupa kemunculan gelembung gas di lima titik berbeda pada sela-sela endapan lumpur sisa banjir. Gelembung itu muncul ke permukaan tanah dan terus mengeluarkan gas.
Warga setempat menduga gelembung tersebut berasal dari gas alam yang terperangkap di dalam tanah lalu keluar melalui celah endapan lumpur. Dugaan itu menguat karena gas yang keluar dapat menyala dan membesar ketika disulut api, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat sekitar.
Penemuan lima titik gelembung gas di Desa Gunong Cut menjadi viral di media sosial setelah sebuah video diunggah oleh akun TikTok @sabrina_djuan pada Sabtu (3/12/2026).
Menanggapi viralnya temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dilaporkan telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung.
Tim tersebut bertugas memantau kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi titik-titik tempat keluarnya gas.
Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Nagan Raya pada Senin (5/1/2026).
“Mulai dari dua hari lalu hingga 3 Januari 2026, masih ditemukan aktivitas keluarnya gas pada beberapa titik lokasi,” ujar Zulkifli.
Ia menambahkan bahwa fenomena kemunculan gas tersebut sebenarnya telah terpantau sejak terjadinya banjir bandang pertama di wilayah itu pada 26 November 2025.
Saat ini, area titik-titik keluarnya gas telah diberi pembatas sementara. Pemantauan rutin juga dilakukan oleh aparat desa bersama unsur terkait guna mencegah potensi risiko yang tidak diinginkan.
Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi agar warga tidak mendekat ke area semburan gas.
Ke depan, kajian lebih mendalam akan dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh untuk mengetahui jenis gas, kandungan yang ada, serta potensi dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan warga.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan api di sekitar lokasi, tidak mendekati titik keluarnya gas, serta mengikuti arahan aparat setempat hingga hasil kajian resmi diterbitkan,” tegasnya.
![]()
