Viral Jalan Perbatasan Bogor- Lebak Banten, Aspal Mulus vs Tanah Merah

Pembangunan ruas jalan di kawasan perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak, Banten, tepatnya di Jalan Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, kini telah selesai dikerjakan dan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Berdasarkan rekaman video yang diterima, kondisi jalan di wilayah perbatasan Bogor–Lebak terlihat mulus setelah dilakukan peningkatan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Namun, pemandangan tersebut tampak berbanding terbalik dengan kondisi jalan di sisi wilayah Kabupaten Lebak yang hingga saat ini masih berupa jalan tanah.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan (PJJ) pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor, Fadly Iskandar, menjelaskan bahwa proyek pembangunan tersebut diselesaikan tepat waktu sesuai kontrak kerja yang berdurasi 105 hari.

Baca Juga:   VIRAL Wanita Ditinggal di Hutan Bandung oleh Pria yang Baru Kenal dari Aplikasi Kencan

“Pengerjaan itu harusnya sekitaran 700 meter. Cuman diperjalanan waktu ternyata di jalan itu membutuhkan DPT (Dinding Penahan Tanah) yang memang kalau tidak dikerjakan akan membahayakan pengguna jalan juga dan mungkin khawatir akan ada kelongsoran di situ,” ujar Fadly.

Karena adanya kebutuhan tambahan tersebut, dilakukan adendum pekerjaan yang membuat panjang jalan efektif menjadi sekitar 550 meter.

Meski terjadi perubahan, Fadly memastikan mutu pengerjaan tetap terjaga dengan baik.

“Alhamdulillah pekerjaan berjalan lancar dan sekarang sudah rampung. Jalan sudah bisa digunakan oleh masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, ruas jalan di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak tersebut masih berstatus jalan desa dengan kondisi permukaan berbatu dan sebagian berupa tanah.

Baca Juga:   Terungkap! Pegawai PT KAI Bongkar Modus Penipuan Charity dengan Berkedok Mahasiswa di Bandung

“Dulu itu jalan desa, kondisinya masih batu dan tanah. Sekarang sudah seluruhnya diaspal,” terang Fadly.

Dengan lebar jalan berkisar antara 4 hingga 5 meter, ruas tersebut kini dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Lebar jalan disesuaikan dengan kondisi eksisting di lapangan.

Dalam pelaksanaan proyek, Fadly mengakui adanya sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan material, faktor cuaca, hingga kondisi geografis lokasi yang berada di wilayah perbatasan dan cukup jauh dari pusat distribusi bahan bangunan.

“Kalau kendala pasti ada, selain karena kemarin sempat ada kelangkaan material itu, lalu cuaca sama kondisi lapangan, karena kondisinya diperbatasan ya sangat jauh sehingga pengiriman material itu agak tersendat,” jelasnya.

Baca Juga:   Link Streaming Indonesia U-20 Vs Thailand di Seoul EOU 2024

Proyek peningkatan jalan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp1,3 miliar dan menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah perbatasan.

Ke depannya, Dinas PUPR Kabupaten Bogor juga berencana melanjutkan pembangunan infrastruktur serupa di perbatasan wilayah lainnya.

“Untuk perbatasan lain pasti akan tetap kami laksanakan ke depannya, seperti perbatasan dengan Tangerang, Bekasi dan lain-lain,” pungkasnya.

Loading

About the Author

admin