VIRAL 4 ABG Perempuan di Cakung Berkelahi, Jadi Tontonan Teman-temannya

Empat remaja perempuan terlibat perkelahian di Jalan Meranti Elok II, RW 09, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Kejadian duel satu lawan satu itu terekam pada sebuah video hingga viral di media sosial (Medsos).

Dalam rekaman video beredar, terlihat keempat remaja perempuan itu terlibat perkelahian satu lawan satu di tengah akses jalan lingkungan.

Namun perkelahian tangan kosong hingga keempat remaja perempuan berguling-guling diaspal itu justru disaksikan teman-temannya, bahkan mereka tampak bersorak mendukung bukan melerainya.

Ketua RW 09 Penggilingan, Poiman mengatakan, kejadian perkelahian sebagaimana dalam video beredar di media sosial itu terjadi pada Rabu (29/5/2024) sekitar pukul 21.30 WIB.

Belum diketahui pasti pemicu perkelahian, namun berdasar informasi awal kejadian saat sekelompok remaja mengadakan pertandingan sepak bola pada satu lapangan.

Baca Juga:   Wanita di Bogor yang Menghilang Setelah Akad Nikah, Suami Murka Bertekad Menceraikannya

“Ada anak-anak main bola di dekat apartemen. Terus ada warga yang melapor ke security bahwa ada keributan,” ujar Poiman di Cakung, Jumat (31/5/2024).

Mendapat laporan warga petugas keamanan setempat lalu berupaya melerai keributan, hingga akhirnya perkelahian antara empat remaja itu dapat dipisahkan tanpa ada korban.

Tapi beberapa saat setelah dipisahkan, tidak jauh dari lokasi mereka justru kembali terlibat perkelahian di akses Jalan Meranti Elok II dalam keadaan disaksikan banyak remaja lainnya.

“Kejadian pindah lagi, itu ditonton, banyak sekali yang menonton. Mungkin ada 100 orang yang menonton anak-anak ketika ribut. Itu (empat perempuan) remaja tanggung,” kata Poiman.

Belum diketahui pasti identitas keempat remaja perempuan yang terlibat perkelahian, namun pengurus RW 09 Penggilingan memastikan mereka bukan warga sekitar.

Baca Juga:   Video VIRAL Mobil Damkar Kebakaran di Jalan, Begini Komentar Netizen

Berdasar informasi saat kejadian remaja laki-laki juga sempat terlibat perkelahian, hanya saja tidak terekam warga sebagaimana keempat remaja perempuan.

“Warga banyak komplain, merasa terganggu kenyamanannya. Mereka enggak ada warga sini, warga luar,” tutup Poiman.

Loading

Berikan Komentar Anda