Insiden penyerangan terhadap Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono dan petugas gabungan yang sempat menghebohkan publik akhirnya berujung pada permintaan maaf dari pelaku.
Pedagang es kelapa yang terlibat dalam kejadian tersebut mengakui tindakannya terjadi karena emosi sesaat dan di luar kendali.
Pelaku bernama Barmizon menyampaikan penyesalan setelah aksinya terekam kamera warga dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, ia terlihat membawa senjata tajam saat proses penertiban berlangsung di kawasan Telukpucung, Bekasi Utara.
Peristiwa itu terjadi ketika tim gabungan dari Satpol PP, Polri, dan TNI melakukan penertiban reklame serta bangunan liar yang berdiri di badan jalan karena dianggap mengganggu ketertiban umum.
Setelah kejadian menjadi perhatian luas, Barmizon menyatakan permohonan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Saya khilaf dan terbawa emosi saat lapak dagangan saya ditertibkan. Saya meminta maaf atas semua yang terjadi,”ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyampaikan bahwa ia menerima permintaan maaf pelaku. Ia menegaskan bahwa penertiban dilakukan semata-mata untuk menegakkan aturan demi kepentingan masyarakat.
Menurut Tri, upaya penegakan aturan tetap harus dijalankan, namun pendekatan humanis tetap diutamakan agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia berharap insiden yang sempat membahayakan keselamatan aparat dan pejabat publik tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak dalam menyikapi kebijakan penataan ruang publik.
Sebelumnya, penyerangan terjadi saat operasi penertiban oleh Satpol PP bersama TNI dan Polri sedang berlangsung. Petugas saat itu menertibkan bangunan serta lapak yang dianggap mengganggu arus lalu lintas di badan jalan.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, pelaku sempat menolak penertiban karena mengklaim lapaknya berdiri di atas tanah miliknya. Namun, petugas menyatakan lokasi lapak berada di area badan jalan.
Ketegangan sempat meningkat ketika pelaku mengeluarkan kata-kata kasar, sebelum akhirnya mengeluarkan parang dan menyerang petugas, bahkan mengarah ke Wali Kota Bekasi yang berada di lokasi bersama Kapolres Metro Bekasi Kota dan Dandim.
Situasi yang sempat memanas berhasil dikendalikan setelah aparat bergerak cepat mengamankan pelaku. Senjata tajam yang digunakan pun langsung diamankan sebagai barang bukti.
![]()
