Ini Dia Penyebab Air Radiator Motor Cepat Habis

Penggunaan udara sebagai pendingin mesin sepeda motor kini mulai digantikan radiator. Salah satu penyebabnya adalah kompresi mesin motor kian tinggi, meskipun dengan kubikasi mesin sama, butuh pendinginan optimal buat mencegah kepanasan.

Di dalam radiator terdapat cairan yang dinamakan radiator coolant atau lebih umum disebut air radiator. Cairan inilah yang berfungsi mendinginkan suhu mesin saat mesin motor bekerja.

Cara kerja radiator dimulai dari mengalirnya air radiator ke bagian ruang mesin, tugasnya menyerap panas yang dihasilkan proses pembakaran dan membuat thermostat terbuka. Air radiator yang panas ini kemudian akan bersirkulasi kembali ke radiator untuk menjalani proses pendinginan, setelah itu air radiator yang lebih dingin kembali menyerap panas dari sektor mesin dan mengulangi lagi siklusnya.

Bahaya air radiator habis

Volume air radiator harus selalu dalam posisi tepat, tidak boleh kurang apalagi sampai habis. Jika habis maka mengakibatkan pendinginan mesin tak berjalan optimal dan berpotensi overheat.

Jika terus-terusan overheat, komponen yang ada di dalam mesin dapat mengalami kerusakan karena tidak mampu menanggung suhu terlalu tinggi. Kerusakan mesin karena kondisi demikian bisa menghabiskan biaya cukup besar untuk perbaikan.

Baca Juga:   Tarif Tol Sedyatmo dan Jagorawi Naik Berlaku Minggu Ini

Penyebab air radiator motor cepat habis

Dilansir dari United Tire, terdapat tujuh penyebab air radiator motor cepat habis yang patut Anda waspadai.

1. Selang radiator bocor

Penyebab air radiator motor cepat habis yang pertama adalah terjadinya kebocoran pada selang. Umumnya selang radiator ini terbuat dari bahan karet yang mudah getas seiring pemakaian. Jika menemukan keretakan, segera ganti dengan selang radiator yang baru untuk mencegah kebocoran.

2. Kisi-kisi radiator bocor

Kisi-kisi radiator memiliki fungsi membantu melepaskan suhu panas air radiator agar dingin kembali. Namun sayangnya, letak radiator motor yang berada di bagian bawah motor rentan membuat kisi-kisi ini mengalami kerusakan karena benturan atau terkena serpihan batu saat motor digunakan.

Benturan ini akan membuat kisi-kisi radiator menjadi bocor dan mengakibatkan air radiator berkurang sedikit demi sedikit. Jika pemilik kendaraan tidak mengetahui kebocoran ini air radiator suatu saat habis.

Baca Juga:   Tim Olimpiade Fisioterapi UEU Sabet Gelar Juara Olimpiade Nasional

3. Tutup pembuangan tidak rapat

Letaknya yang berada di bawah radiator membuat tutup pembuangan air radiator sering dilewatkan saat melakukan pengecekan. Jika tidak tertutup sempurna ada kemungkinan air radiator menetes keluar. Perhatikan pola ulir dan juga keran tutup pembuangan, apakah masih layak atau tidak.

4. Tutup radiator aus

Penyebab air radiator motor cepat habis berikutnya adalah terjadinya kerusakan pada tutup radiator. Seiring berjalannya waktu dan terus terpapar suhu panas, tutup radiator ini perlahan akan mengalami keausan yang mengakibatkan tidak bisa menutup sempurna.

Jika sudah mulai mengalami keausan, kemampuannya menjaga air radiator tetap berada di dalam radiator berkurang. Dampaknya air radiator bisa keluar melalui rembesan di tutup radiator pada saat motor berjalan, jika dibiarkan kondisi ini akan membuat air radiator makin cepat habis.

5. Kebocoran water pump

Fungsi water pump pada radiator sangat vital. Water pump memiliki tugas memompa air radiator untuk dialirkan ke bagian mesin kendaraan pada saat motor sudah mulai berjalan. Jika bocor, sudah pasti air radiator akan berkurang.

Baca Juga:   10 Aroma ini Efektif untuk Mencegah Tikus Masuk ke dalam Rumah Anda, Apa Saja?

6. Thermostat bermasalah

Thermostat berfungsi sebagai pengatur sirkulasi air radiator agar bisa mengalir teratur untuk mendinginkan suhu mesin. Thermostat akan mulai bekerja jika suhu di mesin motor sudah mencapai 80 derajat celcius. Saat suhu minimum sudah tercapai, maka thermostat akan membuka secara otomatis untuk sirkulasi air radiator.

7. Kebocoran kompresi

Jika semua komponen radiator masih dalam keadaan baik, maka penyebab air radiator motor cepat habis yang terakhir adalah terjadinya kebocoran pada kompresi mesin. Tanda kebocoran kompresi terlihat pada saat mesin dihidupkan dan tutup radiator dibuka, maka akan terlihat gelembung air karena air terus menguap.

Untuk mencegah air radiator cepat habis, lakukan perawatan dengan teratur dengan mengganti air radiator maksimal 1 tahun sekali atau jika air radiator sudah keruh. Lakukan pengecekan pada tabung penampungan sebelum motor mulai digunakan.

Loading

Berikan Komentar Anda