Heboh Penerbangan Delay Sampai 4 Jam di Bandara Juanda, Gegara Candaan Penumpang Bawa Bom

Penumpang pesawat di Bandara Juanda mendadak geger pada Rabu (6/12). Pasalnya, Pesawat Pelita Air nomor penerbangan IP205 PKPWD, tujuan Surabaya-Cengkareng batal lepas landas karena mendapat ancaman bom.

Tak lama setelahnya, seluruh penumpang pesawat diminta turun, satu orang diamankan oleh petugas. Seluruh penumpang di pesawat itu dievakuasi kembali ke ruang tunggu bandara dengan bus.

Salah satu penumpang pesawat tersebut Aunur Rofiq mengatakan saat proses evakuasi itu, dia melihat sejumlah petugas keamanan bandara masuk ke dalam pesawat mengamankan pria yang duduk di kursi 14 A.

“Betul itu ada satu orang yang duduk di kursi 14 A diamankan,” ujarnya kepada detikJatim saat dihubungi, Rabu (6/12/2023).

Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda membenarkan adanya ancaman bom tersebut dari seorang penumpang. Setelah ditanya petugas, penumpang tersebut ternyata cuma bercanda.

“Kami sampaikan bahwa pesawat Pelita Air dengan no penerbangan IP 205 tujuan Jakarta mengalami keterlambatan penerbangan dikarenakan terdapat penumpang yang bercanda membawa bom,” jelas General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda Sisyani Jaffar melalui keterangan tertulis yang diterima detikJatim.

Baca Juga:   VIRAL Mobil Pajero Nabrak Warteg di Jogja Terekam CCTV

Setelah menerima ancaman bom itu, pesawat diarahkan ke isolated parking area. Selanjutnya, pesawat diperiksa lebih lanjut oleh petugas gabungan Bandara Juanda.

Dari hasil pemeriksaan, petugas tak menemukan bom yang dimaksud oleh penumpang yang sampai berita ini ditulis belum diketahui identitasnya. Dia langsung diamankan oleh Pomal.

“Yang bersangkutan saat ini telah diamankan dan dibawa oleh POM Lanudal Juanda,” tambah Sisyani.

Lalu, siapa identitas penumpang tersebut? pihak Pelita Air kemudian membeberkan penumpang tersebut bernama Surya Hadi Wijaya dengan seat number 14A.

“Pelita Air memberikan klarifikasi atas kejadian pada hari ini Selasa, 6 Desember 2023 dalam penerbangan IP 205 Rute Surabaya – Jakarta pukul 13.20, ada laporan yang beredar mengenai adanya ancaman bom di pesawat kami. Kami dan tim keamanan melakukan investigasi dan didapat fakta bahwa gurauan ancaman bom berasal seorang penumpang yang berada di dalam pesawat penerbangan IP 205 dengan nama Surya Hadi Wijaya dengan seat number 14A. Gurauan tersebut terlontar saat pesawat sedang berjalan (taxy)menuju landasan pacu,” jelas Corporate Secretary PT Pelita Air Service Agdya PP Yogandari melalui keterangan tertulis yang diterima detikJatim.

Baca Juga:   Ini Fakta Baru Kasus si Leni, Gaji Rp 2,5 Juta tapi Rumah Berjubel Mobil Mewah

Pelita Air selanjutnya mengambil tindakan sesuai dengan protokol keamanan yang telah ditetapkan. Tim keamanan lalu bekerja sama dengan aparat bandara melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat, penumpang, bagasi serta barang bawaan dan dinyatakan aman.

“Keamanan dan keselamatan penumpang serta kru adalah prioritas utama bagi Pelita Air. Kami selalu mengikuti protokol keselamatan dan keamanan yang ketat dan tidak mentolerir hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan penerbangan dan akan bertindak tegas kepada pelaku. Pelita Air selalu bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memastikan keselamatan dan keamanan di setiap penerbangan,” tambahnya.

Para penumpang Pelita Air IP 205 PKPWD tujuan Surabaya-Cengkareng akhirnya boarding sekitar pukul 18.30 WIB. Pesawat yang mereka tumpangi mengalami delay selama 4 jam imbas candaan ada bom.

Baca Juga:   VIRAL Emak-emak Kepalanya Ditimpuk Pria ODGJ Pakai Batu Sampai Tersungkur

Eks Wabup Blitar Rahmat Santoso ternyata menjadi salah satu penumpang Pelita Air bernomor penerbangan IP 205 yang gagal terbang dari Bandara Internasional Juanda gegara salah satu penumpang bercanda membawa bom.

Rahmat menyebut tidak sedikit penumpang yang menggerutu. Mereka mengomel karena terlalu lama menunggu di dalam bus dan harus delay hingga 4 jam. “Banyak yang ngomel, karena menunggu lama di bus,” tandas Rahmat.

Loading

Berikan Komentar Anda