Gempa M 6.4 Guncang Pacitan Getaran Treasa di Trenggalek hingga Surabaya

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang wilayah selatan Jawa Timur, tepatnya 90 kilometer tenggara Pacitan, pada Jumat (6/2/2026) dini hari pukul 01.06 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 10 kilometer pada koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur, serta dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Guncangan yang terjadi secara tiba-tiba ini dirasakan secara luas di sejumlah wilayah daratan, mulai dari Kabupaten Trenggalek, Magetan, Ngawi, hingga Kota Surabaya. Durasi getaran yang cukup signifikan membuat ribuan warga yang tengah beristirahat terbangun dan panik menyelamatkan diri ke luar bangunan.

Di Kabupaten Trenggalek, kepanikan pecah sesaat setelah lindu terasa selama beberapa detik. Warga berhamburan keluar rumah sementara kentungan dari pos keamanan lingkungan (kamling) berbunyi bersahut-sahutan sebagai tanda bahaya bagi penduduk setempat.

Baca Juga:   Gunung Kerinci Tiba-tiba Erupsi, Alami Gempa 1.884 Kali

Kepanikan masif juga melanda warga Kota Surabaya, terutama mereka yang menghuni gedung bertingkat dan apartemen di kawasan Mayjend Sungkono. Wardana, salah satu penghuni apartemen, mengaku sempat mengira dirinya sedang mengalami gejala vertigo sebelum menyadari bahwa bangunan yang ia tempati sedang bergoyang akibat gempa.

Dampak gempa juga dilaporkan oleh warga di berbagai titik Surabaya lainnya, seperti kawasan Kandangan, Sememi, Tandes, Dukuh Pakis, hingga Surabaya Pusat. Sebagian besar warga memilih keluar ke area terbuka untuk mengantisipasi adanya gempa susulan.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Aparat pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan penyisiran dan pengumpulan informasi lebih lanjut di lapangan guna memastikan keamanan pasca-gempa.

Baca Juga:   Profil Irenne Ghea Sinden Berparas Bule Asal Blitar

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta untuk tetap memantau kanal informasi resmi serta memastikan bangunan tempat tinggal mereka tetap kokoh sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.

Loading

About the Author

admin