Gajah Sumatera Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Pelalawan

Satwa yang berstatus dilindungi itu ditemukan dalam kondisi tanpa kepala dan gading di kawasan sekitar konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), tepatnya di Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga.

Tim gabungan yang terdiri dari Polres Pelalawan, Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa, 3 Februari 2026.

Kepala Bidang Labfor Forensik Polda Riau, AKBP Ungkap Siahaan, menyampaikan bahwa hasil olah TKP menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada dugaan tindak perburuan liar. Ia menjelaskan bahwa kegiatan olah TKP dilakukan bersama tim dari Polres Pelalawan dan BKSDA pada tanggal tersebut.

Baca Juga:   VIRAL Momen Warga Bongkar Genteng Rumah, Ratusan Kelelawar Terbang Berhamburan

Dari pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan dua potongan logam yang diduga merupakan proyektil atau serpihan peluru dari senjata api. Potongan pertama memiliki diameter sekitar 12,30 milimeter dengan panjang 16,30 milimeter, sedangkan serpihan lainnya berukuran kurang lebih 6,94 milimeter.

Hasil uji awal secara ilmiah menunjukkan bahwa kedua potongan logam tersebut mengandung unsur timbal, tembaga atau kuningan, serta nitrat mesiu dan residu tembakan. Namun, jenis senjata yang digunakan masih dalam tahap pendalaman melalui pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kematian gajah Sumatera tersebut berkaitan dengan penggunaan senjata api. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan jenis senjata dan kronologi kejadian secara pasti.

Baca Juga:   Kereta Gantung di Italia Talinya Putus, Penumpang Tewas

Selain menemukan proyektil, tim forensik juga mengumpulkan sejumlah sampel dari lokasi penemuan bangkai. Sampel diambil dari beberapa titik berbeda guna mengantisipasi kemungkinan adanya unsur racun. Sampel tersebut meliputi tanah dan air dari genangan di bawah ekor, di bawah kaki, serta di area sekitar bagian kepala gajah.

Seluruh sampel kemudian menjalani uji awal di laboratorium forensik, dan hasilnya tidak menunjukkan adanya indikasi penggunaan racun yang lazim dipakai dalam perburuan satwa liar. Berdasarkan pemeriksaan sementara, sampel dinyatakan negatif mengandung sianida maupun merkuri, sehingga dugaan keracunan belum ditemukan.

Kasus ini masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum. Kepolisian bersama BKSDA terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta kemungkinan jaringan yang terlibat dalam kematian tragis satwa dilindungi tersebut.

Loading

About the Author

admin