Aksi demonstrasi pada Kamis (28/8/2025) diwarnai kericuhan hingga menelan korban jiwa. Seorang pengemudi ojek online (ojol) yang ikut dalam aksi dilaporkan meninggal dunia usai ditabrak, terseret, dan terlindas mobil rantis milik Brimob di lokasi kejadian.
Detik-detik mengerikan insiden tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @bemptma.zona3. Dalam rekaman itu, terlihat korban sudah tidak berdaya usai terlindas kendaraan taktis.
“Info terkini untuk korban ojol yang terlindas telah menghembuskan nafas terakhirnya. Kami segenap keluarga BEM PTMA Zona III turut berduka cita sedalam-dalamnya,” tulis admin akun tersebut dalam keterangan unggahannya.
Kecaman Netizen
Video yang beredar luas di media sosial sontak memicu gelombang kecaman dari publik. Warganet menyerbu akun resmi Instagram @Humaskorpsbrimob yang baru saja mengunggah ucapan selamat kepada Institut Karate-Do Nasional.
Alih-alih membicarakan unggahan tersebut, ribuan netizen membanjiri kolom komentar dengan desakan agar Brimob bertanggung jawab atas insiden maut itu.
“Brimob melindas ojol!” tulis seorang warganet.
“Tanggung jawab lu pada ngelindes orang! Jangan kabur!” timpal akun lainnya.
Hanya dalam waktu kurang dari 30 menit sejak kabar itu viral, unggahan terbaru @Humaskorpsbrimob sudah dipenuhi lebih dari 6 ribu komentar, mayoritas berisi protes keras dan tuntutan keadilan.
Meninggalnya seorang driver ojol di tengah demonstrasi bukan hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan rekan sesama pengemudi, tetapi juga menambah sorotan publik terhadap cara aparat mengamankan aksi massa.
Hingga kini, pihak berwenang belum memberikan klarifikasi resmi mengenai kronologi lengkap serta sikap atas desakan publik. Namun, gelombang suara di media sosial kian membesar, menuntut kejelasan, tanggung jawab, serta investigasi transparan terkait insiden maut tersebut.