Viral Pria Ngumpet di Bawah Peron Stasiun KRL Kebayoran, Diduga Intip Penumpang Wanita

Viral di media sosial sebuah kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pria pengintip di Stasiun Kebayoran. Pelaku diduga bersembunyi di bawah peron untuk mengintip sekaligus merekam bagian bawah rok penumpang perempuan di gerbong KRL.

Kasus ini memicu keresahan publik setelah korban membagikan pengalaman tersebut melalui media sosial.

Peristiwa pertama kali diungkap korban lewat akun Threads @andinewst.

Ia menjelaskan kejadian berlangsung sekitar pukul 18.58 WIB saat menaiki KRL rute Rangkasbitung–Tanah Abang dari Stasiun Jurang Mangu, tepatnya di gerbong khusus perempuan.

Saat itu, korban memilih berdiri di dekat pintu agar lebih mudah turun sekaligus merasa lebih aman di tengah kondisi kereta yang padat.

Baca Juga:   Sistem Tilang Poin Berlaku Mulai Januari 2025, Ini Aturannya!

Namun situasi berubah ketika rangkaian berhenti di Stasiun Kebayoran.

Korban mulai merasa ada hal mencurigakan dari area bawah peron yang berada di samping gerbong.

Kecurigaannya terbukti setelah melihat seorang pria bersembunyi di bawah peron sambil mengarahkan ponsel ke bawah rok korban.

Menyadari hal tersebut, korban langsung berteriak meminta bantuan.

Sejumlah penumpang perempuan lain yang melihat kejadian itu juga ikut berteriak sehingga pelaku segera mundur dan menjauh dari lokasi.

Korban sempat merekam kejadian sebagai bukti.

Dalam video tersebut terlihat bagian tubuh dan tangan pria dari bawah peron yang diduga sebagai pelaku.

Sayangnya, korban tidak bisa langsung melapor di stasiun berikutnya karena perjalanan kereta terus berlanjut.

Baca Juga:   Viral Sejumlah Pemuda di Siantar Mengeroyok Pengemis Disabilitas

Korban juga menyoroti minimnya petugas keamanan di peron maupun di dalam gerbong saat insiden terjadi.

Setelah tiba di tujuan, korban langsung membuat laporan kepada petugas KAI di Stasiun Kebayoran.

Menurutnya, laporan tersebut telah diterima dan sedang diproses lebih lanjut.

Korban berharap pelaku segera ditangkap karena dikhawatirkan telah melakukan tindakan serupa sebelumnya.

Ia juga mengimbau para penumpang, terutama perempuan, agar lebih waspada saat berada di area pintu kereta maupun sekitar peron.

Menanggapi kasus tersebut, pihak KAI Commuter menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan transportasi publik.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya peningkatan sistem keamanan dan pengawasan di area stasiun, khususnya pada jam-jam sibuk, demi memastikan keselamatan seluruh pengguna transportasi umum.

Loading

About the Author

admin