Banten – Pelatih Persita Carlos Pena akui laga menghadapi Bali United menjadi hari yang sulit ketika tim tuai kalah 0-1 di pekan ke-29 BRI Super League 2025/26. Gol semata wayang penalti Diego Campos pada menit ke-61 pupuskan kebangkitan Persita di Stadion Internasional Banten.
“Ya, itu hari yang sulit bagi kami karena kami menghadapi pertandingan ini dengan penuh semangat. Kami ingin mendapatkan tiga poin hari ini, tapi saya rasa sepak bola hari ini tidak adil bagi kami,” ujar Pena dilansir laman Persita, Jumat 24 April 2026.
“Saya tidak ingat ada peluang yang jelas dari Bali United di babak pertama, di babak kedua kami memulai lebih baik dari mereka. Tapi wasit memutuskan bahwa gerakan Pablo Ganet adalah penalti, dia tidak memeriksa, mereka bahkan tidak memeriksa,” ujarnya.
Pelatih asal Spanyol itu menyoroti bahwa setidaknya ada situasi yang perlu diperiksa karena Pablo jatuh di tanah dan bola langsung datang kepadanya. “Saya pikir itu bola pantul, tapi mereka tidak memeriksanya,” katanya.
“Setelah itu kami memasukkan banyak pemain bertipe menyerang ke lapangan, semua pemain menyerang yang kami miliki di bangku cadangan. Tim terus berusaha, namun gagal,” ujarnya.
Pena juga mengungkapkan bahwa penalti Persita diperiksa oleh wasit selama tujuh hingga delapan menit, namun tim tidak bisa mencetak gol. “Ini hari yang diberikan bagi kami, bagi semua pemain, bagi semua orang di Persita,” ucapnya.
“Tapi kami tidak akan menyerah, kami akan berjuang keras hingga pertandingan terakhir,”. Hasil ini membuat Pendekar Cisadane tidak pernah menang dalam 4 pertandingan terakhir BRI Super League 2025/2026.
Persita pun harus turun ke peringkat ke-9 klasemen dengan nilai 41. Dengan tren negatif yang terus berlanjut, Persita harus segera bangkit untuk menyelamatkan sisa musim.
![]()
