Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman yang Minta Jatah

Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ketika seorang tuan rumah acara pernikahan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok preman.

Korban bernama Dadang mengalami penganiayaan di rumahnya yang berada di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kejadian bermula saat sekelompok orang datang ke lokasi hajatan dan meminta uang kepada korban dengan alasan “jatah”.

Menurut keterangan adik korban, Wahyudin, awalnya korban sempat memberikan uang sebesar Rp100 ribu. Namun, sekitar satu jam kemudian, kelompok tersebut kembali dan meminta tambahan Rp500 ribu.

“Saya itu bantu mereka istilahnya minta uang, pertama dikasih Rp100 ribu, yang kedua minta Rp500 ribu, kakak saya menolak,” ujar Wahyudin saat melapor ke Mapolres Purwakarta.

Baca Juga:   Breaking News: Terjadi Ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading

Penolakan itu memicu keributan. Korban kemudian keluar dari area tenda dan diduga langsung diserang oleh beberapa pelaku.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kekerasan hingga akhirnya tidak sadarkan diri di lokasi. Meski sempat mendapat pertolongan medis, korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Wahyudin menyebut jumlah pelaku yang menyerang kakaknya sekitar tiga orang, sementara dirinya juga sempat menjadi sasaran pengeroyokan oleh lebih banyak orang.

“Saya enggak kenal mereka, karena saya tinggal di Karawang, kakak saya yang di Purwakarta,” katanya.

Peristiwa ini juga sempat terekam dalam video amatir yang kemudian beredar luas di media sosial, memperlihatkan momen korban terjatuh di lokasi kejadian.

Baca Juga:   Witan DKK Hadapi Ole Romeny dan Marselino Ferdinan dalam Laga Piala Presiden 2025

Keluarga korban pun diliputi duka mendalam. Istri dan anak korban dilaporkan sempat pingsan setelah kejadian, sementara anak korban masih mengenakan pakaian pengantin saat menunggu proses pemeriksaan di kantor polisi.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Loading

About the Author

admin