Kecelakaan yang melibatkan bus Indorent di Tol Solo–Ngawi KM 566 A mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Korban merupakan kru dari bus tingkat tersebut.
Korban yang meninggal diketahui bernama Naura Rinda Gantika (21), seorang pramugari bus Indorent asal Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.
Sebelumnya, Naura sempat dievakuasi dalam kondisi luka berat dan mendapatkan perawatan medis di RS Widodo Ngawi. Namun, kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kasat Lantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, menjelaskan bahwa korban mengalami patah pada tangan kanan, luka di bagian kepala, serta penurunan kesadaran selama menjalani perawatan.
“Jadi korban kondisi kesadaran menurun hingga meninggal dunia di RS Widodo. Korban warga Blitar,” ujar Plantika.
Jenazah kemudian dipindahkan ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk keperluan visum.
Selain korban meninggal, sebanyak 32 penumpang lainnya mengalami luka-luka, dengan sebagian besar mengalami cedera pada kepala, tangan, dan kaki. Para korban langsung dibawa ke RS At Tin Husada dan RS Widodo Ngawi guna mendapatkan penanganan medis.
Salah satu penumpang selamat, Yoyok Suwarno, mengungkapkan bahwa penumpang harus memecahkan kaca bus untuk menyelamatkan diri setelah kendaraan terguling.
“Penumpang sekitar 30 orang keluar dengan cara memecah kaca bus,” katanya.
Kecelakaan tersebut sebelumnya terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Bus double decker PO Indorent yang dikemudikan Achmad Fajrin Dermawan (35), warga Kabupaten Tegal, melaju dari arah Solo menuju timur ke arah Malang atau Surabaya.
Peristiwa bermula saat sopir bus mencoba mendahului kendaraan lain melalui lajur kiri. Pada saat bersamaan, sebuah truk boks bernomor polisi B 9503 PXV yang dikemudikan Pujianto (35), warga Batang, melaju di jalur tersebut.
Jarak yang terlalu dekat serta kecepatan kendaraan menyebabkan tabrakan dari belakang tidak dapat dihindari. Benturan keras membuat bus kehilangan kendali, kemudian oleng dan akhirnya terguling ke parit di sisi kiri jalan tol.
![]()
