Viral Wanita Ini Tiba-tiba Buka Baju Bagian Depannya di Hadapan Kasir Pria

Sebuah video yang memperlihatkan aksi tidak pantas seorang perempuan di sebuah minimarket di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sempat ramai dan mengundang kehebohan di media sosial.

Setelah dilakukan penelusuran oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa wanita dalam video tersebut merupakan warga setempat yang diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental.

Dalam rekaman kamera pengawas yang beredar luas, terlihat seorang perempuan berdiri di depan meja kasir minimarket. Tanpa alasan yang jelas, ia secara tiba-tiba mengangkat pakaian bagian atasnya dan memperlihatkan tubuhnya ke arah kamera.

Aksi tersebut tampak dilakukan dengan sengaja menghadap ke lensa CCTV. Potongan rekaman itu kemudian dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memancing beragam reaksi dari warganet.

Baca Juga:   KRL Rangkas Bitung-Tanah Abang Alami Gangguan

Sebagian netizen mengecam perbuatannya, sementara yang lain justru mempertanyakan kondisi kejiwaan wanita tersebut.

Menanggapi kegaduhan publik, kepolisian setempat segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Dari hasil penelusuran, petugas memastikan bahwa perempuan tersebut adalah warga Kabupaten Brebes.

Melalui keterangan tertulis, Kapolres menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga pelaku. Berdasarkan keterangan keluarga serta bukti medis yang ada, wanita tersebut dikategorikan sebagai orang dengan gangguan jiwa.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa kondisi mental tersebut menjadi faktor utama yang membuat pelaku bertindak di luar kendali kesadaran normal. Atas dasar itu, aparat memutuskan untuk tidak melanjutkan kasus ini ke ranah pidana.

Sebagai gantinya, polisi menempuh pendekatan kemanusiaan. Bersama keluarga, pelaku kemudian dibawa ke fasilitas layanan kesehatan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Langkah ini diambil guna melindungi pelaku sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di ruang publik.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali menyebarkan video tersebut demi menjaga martabat pelaku beserta keluarganya.

Selain itu, warga diminta lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta mengedepankan empati ketika menghadapi peristiwa yang berkaitan dengan gangguan kesehatan mental.

Loading

About the Author

admin