Viral Patung Macan Putih di Kediri Dibangun Pakai Dana Pribadi Kades

Sebuah patung macan putih yang berada di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.

Wujud patung yang dinilai jauh dari gambaran harimau pada umumnya memancing beragam reaksi netizen, mulai dari guyonan hingga kritik tajam.

Meski menuai komentar beragam, keberadaan patung tersebut justru menyedot perhatian publik dan membuat nama Desa Balongjeruk semakin dikenal luas.

Patung macan putih itu berdiri kokoh di Desa Balongjeruk. Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menegaskan bahwa pembangunan patung tersebut sama sekali tidak menggunakan anggaran dana desa.

“Patung ini murni menggunakan dana pribadi saya, bukan dari dana desa,” ujar Safi’i, Sabtu (27/12).

Baca Juga:   Guru Madin di Karanganyar Demak Dituntut Wali Murid Didenda Rp25 Juta, Ini Masalahnya!

Ia memang tidak merinci besaran biaya yang dikeluarkan, namun menegaskan bahwa pembangunan patung telah dibahas melalui musyawarah desa bersama tokoh masyarakat dan kalangan pemuda.

Berdasarkan kisah turun-temurun yang berkembang di tengah warga, macan putih diyakini sebagai penjaga atau danyang Desa Balongjeruk. Atas dasar itulah, masyarakat sepakat menjadikan macan putih sebagai simbol desa.

“Macan putih dipilih karena sesuai dengan sejarah dan legenda desa. Kami ingin menghadirkan simbol yang bisa menjadi kebanggaan warga,” terang Safi’i.

Keberadaan patung ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata lokal sekaligus pengingat akan nilai budaya dan cerita rakyat yang masih hidup di masyarakat.

Sejak viral, patung macan putih memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Banyak yang menganggap tampilannya unik dan mengundang tawa, bahkan tak sedikit yang menyamakannya dengan zebra atau kuda nil.

Namun di balik itu, sorotan publik justru membawa dampak positif. Warga dari berbagai daerah, termasuk Surabaya, mulai berdatangan untuk sekadar berfoto di lokasi patung tersebut.

Terlepas dari kritik terhadap bentuknya, patung macan putih kini sukses menjadi pusat perhatian dan ikon baru Desa Balongjeruk.

“Kami berharap patung ini bisa menjadi kebanggaan desa dan mengingatkan masyarakat akan sejarah serta budaya lokal,” tutup Safi’i.

Loading

About the Author

admin