Viral Juara 1 Karate Hadiahnya Dipotong Jadi Rp300 Ribu

Polemik terkait hadiah atlet karate di Kupang menjadi sorotan publik setelah Pemerintah Provinsi NTT mengeluarkan klarifikasi resmi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

Dalam penjelasannya, pemerintah menegaskan bahwa proses penyaluran dana hadiah telah mengikuti prosedur yang berlaku dan tidak ditemukan unsur penyalahgunaan.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo NTT, Frederik C. P. Koenunu, bersama Sekretaris Dispora NTT, Karel Muskanan, S.Sos., M.Si.

Mereka menjelaskan bahwa besaran hadiah disalurkan dari Dispora ke induk organisasi olahraga, yaitu Forki NTT, sebagai lembaga yang membina para atlet karate.

Hadiah Disebut Dipotong untuk Kepentingan Kebersamaan

Dalam klarifikasi itu, Pemprov NTT menegaskan bahwa perbedaan nominal hadiah bukan berasal dari pemerintah, melainkan terkait tradisi “kebersamaan” yang sudah lama diterapkan di internal Forki NTT.

Baca Juga:   Wamen PU Ungkap Biang Kerok Banjir di Bekasi

Pemerintah menyebut bahwa sistem tersebut merupakan kebijakan organisasi yang dianggap sebagai kesepakatan bersama dalam pembinaan atlet.

Polemik ini mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun TikTok @damasus96 menjadi viral.

Di video tersebut, seorang ibu asal Kupang menyampaikan kekecewaannya terkait hadiah yang diterima putranya.

Ia menyebut bahwa hadiah untuk Juara 1 karate di Pameran Pembangunan NTT BaGaYa Agustus 2025 seharusnya bernilai Rp2.000.000.

Replika hadiah bahkan telah diberikan di panggung saat acara penutupan. Namun, setelah menunggu tiga bulan, hadiah yang benar-benar diterima atlet hanya sebesar Rp300.000.

Unggahan ini menimbulkan reaksi luas dari netizen yang mempertanyakan transparansi penyaluran hadiah serta tata kelola pembinaan atlet di daerah tersebut.

Baca Juga:   Gigi Riva Meninggal Dunia Top Skor Sepanjang Masa Italia

Pemerintah memastikan tidak ada dana yang hilang ataupun pemotongan di luar ketentuan, karena sistem internal tersebut sudah lama berjalan dalam struktur Forki NTT.

Loading

About the Author

admin